Songgi Cracker and Coconut Oil Dregs Making Training in the Development of Entrepreneurship and Creativity of the Asera Village Community
DOI:
https://doi.org/10.69616/maindo.v2i1.234Keywords:
Entrepreneurship, Sinonggi crackers, Oil dregs sauceAbstract
The majority of people in Asera Village are farmers and there are many coconut trees that can be developed as a product which has many benefits, for example Blondo or often swallowed by oil dung or oil dregs. Not only that, the North Konawe area also has a special food known as sinonggi which can also be eaten. make a product idea, for example sinonggi crackers. The aim of KKN activities itself is to expand opportunities for community members, especially those who are unable to improve the knowledge, skills and mental attitudes needed to develop themselves. Empowerment is one of the platforms used to help the community meet the learning needs of citizens in the form of knowledge and skills related to a better life in the family and community. Training in entrepreneurship is an important stage in the process of training or producing quality human resources. The ultimate goal is that this training program can have an influence on developing potential entrepreneurial skills and fostering an entrepreneurial spirit, as well as creating independence in both attitude and business
References
Afrizal, M. dan I. Purnamasari. (2020). Pembuatan Bubuk Konsentrat Protein Kelapa (Blondo) Sebagai Susu Rendah Lemak Menggunakan Alat Pengering Beku Vakum Production Of Coconut Protein Concentrate (Coconut Presscake) Powder As Low Fat Milk Using Vacuum Freeze Dryer. Jurnal Kinetika, 11(02): 31–37
Bhina, P. dan B. Swakarya. (2021). Pemberdayaan Perempuan melalui Pelatihan Kewirausahaan Empowering Women through Sewing Entrepreneurship Training at PKBM. 1(5): 74–86.
Ginting, S. R. (2016). Manajemen usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia. USU Press.
Hartono, B. (2015). Analisis pengaruh pelatihan terhadap peningkatan keterampilan wirausaha di kalangan UMKM. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 20(2), 45-60.
Hastuti, H., Tamsir, Vindi, I.W.O. dan L. Leni. 2022. Peningkatan Peran Perempuan Dalam Upaya Mendorong Kemandirian Ekonomi Keluarga Melalui Pelatihan Kewirausahaan. Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 2(1): 1 –16.
Karwati, L. (2017). Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Woman Empowerment Through Entrepreneurs Training. Jurnal Ilmiah Visi PGTK PAUD Dan Dimas, 12(1): 45–52.
Mulyana, D., & Iqbal, M. (2020). Pengembangan UMKM berbasis keterampilan lokal: Sebuah pendekatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, 15(3), 215-230.
Rochman, S. (2019). Strategi pengembangan UMKM di daerah perdesaan: Pendekatan berbasis ekonomi lokal. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 12(1), 47-63.
Suyanto, S., & Supriyanto, R. (2018). Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan dalam usaha mikro dan kecil. LaksBang Pressindo.
Situmorang, F. (2016). Inovasi produk lokal dalam pengembangan usaha kecil dan menengah. Jurnal Teknologi dan Industri, 7(3), 112-124.
Sari, N. (2021). Peran pelatihan dalam meningkatkan daya saing UMKM di pasar global. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 10(1), 50-68.
SinarTani. (2011). Inovasi Pengolahan Menambah Khasanah Pangan Nasional. /(Edisi 9-15 Nopember no. 3430)
Tee, D. (2017). Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM): Teori dan praktik pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penerbit Mandiri.
Widodo, T. (2020). Pengaruh pelatihan keterampilan terhadap perkembangan usaha mikro kecil dan menengah di daerah terpencil. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 14(2), 75-91.
Widodo, S., Riyadi, H., Tanziha, I., Astawan, M., Pendidikan, J., dan K. Keluarga. (2015). perbaikan status gizi anak balita dengan intervensi biskuit berbasis blondo, ikan gabus (Channa striata), dan beras merah (Oryza nivara)
Zulkarnain, Z., & Rahmawati, D. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan produk lokal: Studi kasus kerajinan tangan dan makanan olahan. Jurnal Pembangunan Ekonomi Daerah, 18(4), 152-168.










