ANALISIS PENGARUH KADAR AIR TERHADAP KADAR NIKEL PADA ZONA LIMONIT DAN SAPROLIT PT AKAR MAS INTERNASIONAL KECAMATAN POMALA, KABUPATEN KOLAKA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Keywords:
Kadar air, Kadar nikel, Limonit, Nikel laterit, SaprolitAbstract
Kabupaten Kolaka di Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya nikel, terutama di Kecamatan Pomalaa. Kegiatan penambangan nikel laterit di wilayah ini dipengaruhi oleh kondisi kadar air tanah, yang dapat memengaruhi kadar logam, khususnya nikel, dalam bijih yang ditambang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental laboratorium dengan pengambilan sampel dari zona limonit dan saprolit pada blok C milik PT Akar Mas Internasional. Setiap titik pengambilan sampel terdiri dari 10 sampel, dengan total 30 sampel diuji. Analisis kadar air dilakukan dengan metode pengeringan oven pada suhu 110°C selama 24 jam, sedangkan kadar nikel dianalisis menggunakan alat Niton XL2 XRF Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air memengaruhi kadar nikel pada kedua zona. Pada zona limonit, kadar air rata-rata sampel basah sebesar 30,5% dan kadar Ni sebesar 0,9%, sedangkan pada sampel kering kadar air turun menjadi 9,7% dan kadar Ni meningkat menjadi 1,1%. Pada zona saprolit, kadar air pada sampel basah sebesar 27,6% dengan kadar Ni 1,5%, sedangkan pada sampel kering kadar air menurun menjadi 6,5% dan kadar Ni meningkat menjadi 1,7%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin rendah kadar air dalam sampel, maka kadar nikel cenderung meningkat. Hal ini mengindikasikan bahwa air berperan dalam mendilusi kandungan logam dalam bijih nikel laterit, sehingga penting untuk mempertimbangkan kadar air dalam proses perencanaan dan pengolahan tambang.




