Sinergi Multiaktor Dalam Penguatan Desa Wisata: Implementasi Pendekatan Pantahelix Di Desa Sesaot, Lombok Barat
Keywords:
Pentahelix, Desa Wisata, Kolaborasi, Sesaot, Pembangunan BerkelanjutanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerjasama antar berbagai pihak dalam penguatan Desa Wisata Sesaot yang terletak di Kabupaten Lombok Barat. Hal ini dilakukan melalui penerapan model kolaboratif Pentahelix. Pendekatan yang dipakai menekankan pentingnya kontribusi sinergis dari lima elemen utama pembangunan pemerintah, akademisi, sektor bisnis, masyarakat, dan media untuk mendorong pengembangan pariwisata yang berfokus pada komunitas dan berkelanjutan. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, memanfaatkan data sekunder dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, laporan, dan dokumen terkait kebijakan pariwisata. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antar pihak melalui model Pentahelix telah memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat lembaga desa wisata, serta menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Sesaot selama tiga tahun terakhir. Pemerintah berfungsi sebagai fasilitator dalam kebijakan dan infrastruktur; akademisi berperan dalam memberikan pengetahuan dan pendampingan; sektor bisnis berkontribusi pada inovasi dan dukungan dana; masyarakat menjadi penggerak utama dalam kegiatan wisata yang berbasis budaya dan lingkungan; sementara media memperkuat promosi secara digital dan pencitraan destinasi. Sinergi antara sektor-sektor ini terbukti memperkuat kemandirian ekonomi lokal, melestarikan budaya, serta menciptakan pengelolaan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, model Pentahelix dapat dianggap sebagai strategi yang efektif dalam mengembangkan desa wisata di Indonesia dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
References
Apriani, M., & Manar, D. G. (2025). KOLABORASI QUADRUPLE HELIX DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA PINTAR (SMART TOURISM VILLAGE) DESA PONGGOK KECAMATAN POLANHARJO KABUPATEN KLATEN. Journal of Politic
and Government Studies, 14(2), 192–209.
Diwyarthi, N. D. M. S., Pramana, I. D. P. H., Pratama, I. W. A., Wiartha, N. G. M., & Jata, I. W. (2025). Kolaborasi Pentahelix dalam Pengelolaan Wisata Budaya pada Desa Wisata: Studi Kasus Desa Wisata Melinggih Kelod, Payangan. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(3), 81–92.
Kumala, G. B. W. N., Raharjo, A. N., Musleh, M., & Lubis, L. (2024). Model Kolaborasi Stakeholders Dalam Pengembangan Desa Wisata Ketapanrame Berbasis Pentahelix. Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, 10(2), 137–157.
Makmun, S. (2025). Upaya Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme: Peran Pemerintah Dan Masyarakat. Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, 10(1), 79–95.
Pribadi, T. I., & Setiawan, M. A. (2024). Peran Pentahelix dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Desa Wisata Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah. CENDEKIA: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, 1(7), 305–316.
Rusli, A. A., Tuanaya, W., & de Fretes, J. (2023). Kolaborasi Multi-aktor dalam Ekowisata Mangrove: Transformasi Sosial dan Ekonomi Berbasis Komunitas di Desa Waiheru,
Maluku. Populis: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 18(1), 1–15.
Susanty, S., Murianto, M., & Sriwi, A. (2024). Pola Kemitraan Pentahelix Dalam Pengembangan Desa Wisata Buwun Sejati, Lombok Barat Ntb. Media Bina Ilmiah, 18(6), 1321–1342.
Suta, P. W. P., Sastrawan, I. G. A., Mirayani, N. K. S., Widyayanthi, N. P. L., & Kesumadewi,
A. A. A. R. (2025). Identifikasi Peran dan Strategi Kolaborasi Penta Helix Pada Desa Wisata Pujon Kidul Malang. JGEN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 114–124.
Sutopo, J., Pabbajah, M., Rohmatika, F. A., Sari, N. F., Darvina, D., Zacky, A. M., Zulkarnain, I., Pratama, R. F., & Rofiq, R. B. (2025). Strategi Kolaboratif Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan Melalui Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia di Kalurahan Bimomartani: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 5667–5674.


